Tak Hanya Jaga Jarak, Berikut Protokol Kesehatan Saat New Normal

Jaga Jarak Protokol Kesehatan

Istilah new normal sudah tidak asing lagi didengar saat ini. Keadaan baru ini diprediksi akan menjadi kebiasaan baru bagi seluruh masyarakat indonesia setelah pandemi Covid-19 yang memberikan dampak sangat luar biasa. Terkait dengan kehidupan baru setelah pandemi ada prediksi jika umat manusia akan hidup dengan cara baru tentunya dengan pola hidup yang lebih baik salah satunya jaga jarak. Berikut simak protokol kesehatan saat new normal.

Protokol Kesehatan Saat New Normal

1. Selalu Menjaga Kebersihan

Berbagai bakteri dan virus seperti corona dapat menyebar luas dengan mudah saat terjadi kontak fisik. Contoh yang paling sederhana adalah berjabat tangan yang sudah menjadi budaya orang Indonesia saat bertemu dengan rekannya. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah agar tidak terpapar virus adalah dengan selalu menjaga kebersihan salah satunya dengan benar-benar menjaga kebersihan tangan.

Jaga jarak udah nggak mempan udah nggak mempan untuk halau covid 19

Diperkirakan bahwa kedepannya nanti sudah tidak akan bersalaman lagi untuk menghindari hal-hal tersebut. Kemudian, mencuci tangan menggunakan sabun atau minimal membersihkan tangan dengan cairan pembersih tangan / hand sanitizer menjadi standar untuk memastikan tangan anda tetap bersih. Sehingga sangat penting bagi anda untuk selalu membawa hand sanitizer saat berkegiatan di luar rumah.

2. Tidak Menyentuh Wajah Sembarangan

Menghindari menyentuh wajah jika belum memastikan tangan sudah bersih atau tidak. Area wajah seperti mata, hidung dan mulut sangat sensitif terhadap virus dan bisa menjadi gerbang yang mudah ditembus oleh penyakit atau virus yang ada di tangan. Oleh karena itu, sebelum menyentuh wajah pastikan tangan sudah bersih dan bebas kuman atau virus. Meski sudah bersih namun tidak disarankan untuk menyentuh wajah saat sedang berada di tempat umum.

3. Tutupi Dengan Lengan Bagian Dalam Saat Bersin

Saat masa new normal memang sudah banyak hal yang berubah dengan cepat terutama sektor kesehatan. Salah satunya mencakup etika ketika sedang bersin yang tidak hanya ditutup dengan telapak tangan bagian dalam. Namun anda harus menutup wajah dengan menggunakan lengan bagian dalam. Hal ini terkait dengan telapak tangan yang bisa saja sudah banyak menyentuh permukaan benda yang disinyalir tidak semuanya bersih.

4. Menggunakan Masker

Sehat atau sakit, menggunakan masker akan menjadi kebiasan baru di masa new normal seperti sekarang ini. Hal itu terkait dengan anjuran berbagai pihak yang menyatakan bahwa penggunaan masker bisa mencegah paparan virus berbahaya seperti Covid-19. Apalagi jika anda ingin keluar rumah untuk melakukan aktivitas, maka masker menjadi hal yang paling penting untuk anda gunakan.

Jaga Jarak Protokol Kesehatan

5. Physical Distancing

Physical distancing atau jaga jarak pastinya akan menjadi hal yang terbawa-bawa sampai ke periode new normal saat ini. Anda tentunya akan mengatur jarak keberadaan anak dengan orang lain yang ada disekitar. Hal ini mengacu pada anjuran berbagai pihak yang menyatakan bahwa terdapat jarak aman untuk berisolasi agar tidak terpapar virus berbahaya jika orang-orang tersebut adalah carrier atau pembawa virus.

6. Isolasi Mandiri

Jika anda merasa bahwa tubuh memiliki gejala-gejala mirip dengan infeksi Covid-19 atau memang sedang tidak sehat maka anda bisa melakukan karantina atau isolasi mandiri. Karantina atau isolasi mandiri ini tentu akan membantu banyak pihak untuk membantu memutus rantai penyebaran virus corona. Daya imunitas orang yang sedang sakit sangat lemah sehingga rentan terserang virus. Oleh karena itu jika anda sedang sakit maka sebaiknya melakukan isolasi mandiri.

Pada masa new normal seperti saat ini sangat penting untuk selalu memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar dan kesehatan tubuh. Jika lingkungan anda sudah bersih dan protokol kesehatan juga anda terapkan maka besar kemungkinan untuk anda terhindar dari paparan virus corona. Itulah beberapa protokol kesehatan saat new normal yang harus selalu dipatuhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *